dropdown_menu

Jumat, 04 September 2026

rangkuman materi

 

MATERI PEMBELAJARAN JARINGAN

Pengenalan IPv4, Kelas IP Address, Subnetting, VLAN Access & Trunk, Routing, dan Routing Dinamis OSPF

Untuk pembelajaran TKJ / Administrasi Jaringan

Modul ringkas + referensi konfigurasi Cisco IOS + troubleshooting

Tujuan pembelajaran

  Menjelaskan struktur IPv4 dan fungsi network ID, host ID, serta broadcast.

  Mengidentifikasi kelas alamat IPv4 dan memahami konsep private/public address.

  Menghitung subnet, prefix/CIDR, jumlah subnet, dan jumlah host.

  Membuat dan menguji VLAN access serta VLAN trunk pada switch Cisco.

  Menghubungkan jaringan berbeda menggunakan routing statis.

  Mengonfigurasi dan memverifikasi OSPF single-area pada router Cisco.

  Melakukan troubleshooting menggunakan perintah show, ping, dan traceroute.

BAB 1 — PENGENALAN IPv4

IPv4 (Internet Protocol version 4) adalah protokol pengalamatan yang menggunakan 32 bit. Alamat IPv4 biasanya ditulis dalam empat oktet desimal yang dipisahkan titik, misalnya 192.168.10.25. Setiap oktet bernilai 0–255.

Struktur 32 bit: 8 bit + 8 bit + 8 bit + 8 bit = 32 bit.

Contoh: 192.168.10.25 → 11000000.10101000.00001010.00011001

Alamat IPv4 secara logis terdiri dari bagian network dan host. Batas keduanya ditentukan oleh subnet mask/prefix.

Contoh: 192.168.10.25/24 → subnet mask 255.255.255.0. Tiga oktet pertama adalah network; oktet terakhir digunakan untuk host.

Istilah penting

  Network address: alamat identitas jaringan; seluruh bit host bernilai 0.

  Host address: alamat yang dapat diberikan kepada perangkat.

  Broadcast address: alamat untuk mengirim ke semua host dalam subnet; seluruh bit host bernilai 1.

  Subnet mask: menentukan bagian network dan host.

  Prefix/CIDR: jumlah bit network, misalnya /24.

  Default gateway: alamat router yang digunakan host untuk menuju jaringan lain.

Contoh /24: 192.168.10.0/24 → network 192.168.10.0, host 192.168.10.1–192.168.10.254, broadcast 192.168.10.255.

Private IPv4

Rentang private

CIDR

Keterangan

10.0.0.0 – 10.255.255.255

10.0.0.0/8

Private

172.16.0.0 – 172.31.255.255

172.16.0.0/12

Private

192.168.0.0 – 192.168.255.255

192.168.0.0/16

Private

Alamat private umum digunakan di LAN dan biasanya diterjemahkan ke alamat public melalui NAT ketika mengakses internet.

BAB 2 — KELAS IPv4

Sistem classful membagi IPv4 menjadi kelas A, B, C, D, dan E. Dalam jaringan modern, CIDR lebih penting daripada pembagian kelas, tetapi konsep kelas tetap berguna untuk memahami dasar IPv4.

Kelas

Oktet pertama

Default mask

Kegunaan historis

A

1–126

255.0.0.0 (/8)

Jaringan sangat besar

B

128–191

255.255.0.0 (/16)

Jaringan menengah

C

192–223

255.255.255.0 (/24)

Jaringan kecil

D

224–239

Tidak digunakan sebagai su

bnet hostMulticast

E

240–255

Eksperimental/cadangan

Tidak untuk host umum

Catatan: 127.0.0.0/8 digunakan untuk loopback. 0.0.0.0 memiliki makna khusus, misalnya default route 0.0.0.0/0.

CIDR

CIDR memungkinkan penggunaan prefix selain /8, /16, dan /24. Contoh: 192.168.10.0/26 memiliki subnet mask 255.255.255.192.

BAB 3 — SUBNETTING IPv4

Subnetting adalah proses membagi satu jaringan menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil. Manfaatnya antara lain efisiensi alamat, pemisahan broadcast domain, pengaturan keamanan, dan desain jaringan yang lebih terstruktur.

Rumus dasar

Jika tersedia h bit host, jumlah alamat = 2^h. Pada subnet IPv4 biasa, host yang dapat digunakan = 2^h − 2 (network dan broadcast tidak dipakai sebagai alamat host).

Jika meminjam s bit untuk subnet, jumlah subnet = 2^s.

Tabel cepat prefix

Prefix

Subnet mask

Total alamat

Host usable

/24

255.255.255.0

256

254

/25

255.255.255.128

128

126

/26

255.255.255.192

64

62

/27

255.255.255.224

32

30

/28

255.255.255.240

16

14

/29

255.255.255.248

8

6

/30

255.255.255.252

4

2

Contoh subnetting /24 menjadi /26

Jaringan awal: 192.168.10.0/24. Prefix /26 memiliki block size 64, sehingga subnetnya adalah:

192.168.10.0/26 → host .1–.62, broadcast .63

192.168.10.64/26 → host .65–.126, broadcast .127

192.168.10.128/26 → host .129–.190, broadcast .191

192.168.10.192/26 → host .193–.254, broadcast .255

VLSM

VLSM (Variable Length Subnet Mask) menggunakan ukuran subnet berbeda sesuai kebutuhan. Contoh: LAN 100 host dapat diberi /25, LAN 50 host /26, point-to-point 2 host /30. Susun kebutuhan terbesar terlebih dahulu agar alamat lebih efisien.

BAB 4 — VLAN ACCESS PADA CISCO SWITCH

VLAN (Virtual LAN) memisahkan satu switch fisik menjadi beberapa broadcast domain logis. Port access biasanya membawa satu VLAN dan digunakan untuk PC, printer, server, atau endpoint lain.

Contoh skenario: VLAN 10 = GURU, VLAN 20 = SISWA.

Membuat VLAN

enable configure terminal hostname SW1 vlan 10 name GURU vlan 20 name SISWA exit

Mengatur access port

interface fastethernet0/1 switchport mode access switchport access vlan 10

description PC-GURU no shutdown exit

interface fastethernet0/2 switchport mode access switchport access vlan 20 description PC-SISWA no shutdown exit

Port-security dasar

interface fastethernet0/1 switchport mode access switchport port-security switchport port-security maximum 1 switchport port-security mac-address sticky switchport port-security violation restrict exit

Verifikasi

show vlan brief show interfaces status show interfaces fastethernet0/1 switchport show port-security show port-security interface fastethernet0/1

BAB 5 — VLAN TRUNK

Trunk digunakan untuk membawa beberapa VLAN melalui satu link, misalnya antara switch–switch atau switch–router. Pada Cisco modern, trunk umumnya menggunakan IEEE 802.1Q.

Konfigurasi trunk

interface gigabitethernet0/1 description TRUNK-TO-SW2 switchport mode trunk switchport trunk allowed vlan 10,20 no shutdown exit

Jika perangkat/IOS mendukung perintah berikut, native VLAN dapat ditentukan:

switchport trunk native vlan 99

Verifikasi trunk

show interfaces trunk show interfaces gigabitethernet0/1 switchport show vlan brief

Troubleshooting trunk

  Pastikan kedua sisi menggunakan mode trunk yang sesuai.

  Pastikan VLAN tujuan sudah dibuat pada switch.

  Periksa allowed VLAN; VLAN yang tidak diizinkan tidak akan lewat trunk.

  Pastikan native VLAN konsisten di kedua sisi untuk menghindari mismatch.

  Gunakan show interfaces trunk dan show interfaces ... switchport untuk melihat status aktual.

BAB 6 — INTER-VLAN ROUTING

Perangkat pada VLAN berbeda tidak dapat berkomunikasi secara langsung hanya dengan switch Layer 2. Diperlukan routing melalui router atau switch Layer 3.

A. Router-on-a-Stick

Satu interface router dibuat menjadi beberapa subinterface. Link switch–router harus trunk.

! Router

interface gigabitethernet0/0 no shutdown exit

interface gigabitethernet0/0.10 encapsulation dot1Q 10 ip address 192.168.10.1 255.255.255.0 exit

interface gigabitethernet0/0.20 encapsulation dot1Q 20 ip address 192.168.20.1 255.255.255.0 exit

Pada switch:

B. Routing statis

Static route ditulis manual oleh administrator. Contoh Router R1 menuju LAN 192.168.20.0/24 melalui next-hop 10.0.0.2:

ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 10.0.0.2

Default route:

ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.0.0.2

Verifikasi routing:

show ip route show ip route static ping 192.168.20.1 traceroute 192.168.20.1

BAB 7 — ROUTING DINAMIS OSPF

OSPF (Open Shortest Path First) adalah routing protocol dinamis berbasis link-state. Router bertukar informasi topologi dan menghitung jalur terbaik menggunakan algoritma SPF. OSPF mendukung pembagian area; area 0 disebut backbone area.

Konsep penting

  Router ID: identitas unik router dalam proses OSPF.

  Area: kelompok logis jaringan OSPF; untuk latihan dasar sering digunakan single-area area 0.

  Neighbor/adjacency: hubungan OSPF antarrouter.

  Cost: metrik yang digunakan OSPF untuk memilih jalur.

  Passive interface: interface yang tetap diiklankan tetapi tidak membentuk neighbor OSPF.

Contoh single-area OSPF

Topologi: R1 — 10.0.12.0/30 — R2. LAN R1 = 192.168.10.0/24; LAN R2 = 192.168.20.0/24.

R1:

router ospf 1

router-id 1.1.1.1

network 10.0.12.0 0.0.0.3 area 0 network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 0 passive-interface gigabitethernet0/1 exit

R2:

router ospf 1 router-id 2.2.2.2

network 10.0.12.0 0.0.0.3 area 0 network 192.168.20.0 0.0.0.255 area 0 passive-interface gigabitethernet0/1 exit

Wildcard mask

Wildcard mask adalah kebalikan subnet mask. Contoh /24 = 255.255.255.0 → wildcard 0.0.0.255. /30 = 255.255.255.252 → wildcard 0.0.0.3.

Verifikasi OSPF

show ip ospf neighbor show ip ospf show ip protocols show ip route ospf show ip ospf interface brief show ip ospf database

BAB 8 — OSPF MULTI-ROUTER & PERINTAH PENTING

Untuk tiga router atau lebih, semua jaringan transit dan LAN yang perlu diketahui router lain dapat diiklankan melalui OSPF. Pastikan setiap router memiliki Router ID unik.

Contoh pola konfigurasi:

router ospf 1 router-id 3.3.3.3

network 10.0.23.0 0.0.0.3 area 0 network 192.168.30.0 0.0.0.255 area 0 passive-interface gigabitethernet0/1 exit

Mengubah Router ID

Perintah dasar Cisco yang perlu dikuasai

enable configure terminal hostname R1 enable secret service password-encryption no ip domain-lookup interface ip address no shutdown description exit end copy running-config startup-config

Verifikasi interface & IP

show ip interface brief show interfaces show running-config show startup-config show version

BAB 9 — TROUBLESHOOTING TERSTRUKTUR

Gunakan pendekatan dari layer bawah ke atas: fisik → interface → VLAN → trunk → IP → gateway → routing → aplikasi.

1. Interface down

show ip interface brief show interfaces status show interfaces

Periksa kabel, status administratively down, speed/duplex, dan konfigurasi interface.

2. PC tidak dapat berkomunikasi dengan PC satu VLAN

show vlan brief show interfaces switchport show mac address-table

Pastikan port berada pada VLAN yang benar dan kedua host menggunakan subnet yang sesuai.

3. VLAN berbeda tidak dapat berkomunikasi

show ip interface brief show interfaces trunk show ip route

Periksa gateway, subinterface/SVI, trunk, dan routing.

4. OSPF tidak membentuk neighbor

show ip ospf neighbor show ip ospf interface show ip protocols

  Pastikan interface transit aktif dan IP berada pada subnet yang sama.

  Pastikan kedua sisi berada pada area OSPF yang sama untuk link tersebut.

  Periksa passive-interface: jangan membuat interface transit menjadi passive.

  Pastikan Router ID unik.

  Periksa ACL/firewall yang mungkin menghambat paket OSPF.

  Pastikan network statement/wildcard mengikutsertakan interface yang benar.

5. OSPF neighbor ada, tetapi route tidak muncul

Periksa apakah jaringan tujuan diiklankan oleh router yang benar, apakah interface LAN passive tetapi tetap masuk network statement, dan apakah route lain memiliki jalur yang lebih baik.

BAB 10 — CHEATSHEET PERINTAH

Mode Cisco IOS

enable configure terminal interface ...

exit end disable

VLAN

show vlan brief vlan 10 name GURU interface fa0/1 switchport mode access

switchport access vlan 10

Trunk

show interfaces trunk interface g0/1 switchport mode trunk switchport trunk allowed vlan 10,20

IP interface

show ip interface brief interface g0/0 ip address 192.168.10.1 255.255.255.0 no shutdown

Static route

ip route ip route 0.0.0.0 0.0.0.0

OSPF

router ospf 1

router-id 1.1.1.1

network area 0 passive-interface

OSPF verification

show ip ospf neighbor show ip ospf show ip ospf interface brief show ip route ospf show ip ospf database

Connectivity

ping traceroute show arp

Save/reset config

copy running-config startup-config write memory erase startup-config reload

RANGKUMAN AKHIR

  IPv4 memiliki panjang 32 bit dan ditulis dalam empat oktet.

  Subnet mask/prefix menentukan bagian network dan host.

  Classful A/B/C adalah konsep historis; desain modern menggunakan CIDR.

  Subnetting membagi jaringan besar menjadi subnet lebih kecil; VLSM memungkinkan ukuran subnetberbeda.

  VLAN memisahkan broadcast domain secara logis.

  Access port membawa satu VLAN; trunk membawa beberapa VLAN.

  Routing diperlukan agar jaringan/VLAN berbeda dapat saling berkomunikasi.

  Static routing dikonfigurasi manual; OSPF membangun routing table secara dinamis.

  Dalam OSPF, pastikan neighbor, area, Router ID, interface, wildcard, dan network advertisement benar.

  Biasakan melakukan verifikasi setelah konfigurasi dan menyimpan konfigurasi dengan copyrunning-config startup-config.

Catatan penggunaan

Contoh konfigurasi dapat berbeda sesuai model switch/router dan versi Cisco IOS. Beberapa perintah hanya tersedia pada platform tertentu. Gunakan show ? atau ? di CLI untuk melihat sintaks yang didukung perangkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar